Mau nulis artikel ini sebenarnya dari beberapa minggu yang lalu, udah nyiapin me time, kamar di setting se cozy mungkin, ditemenin ma cemilan, buku, laptop dan musik instrument.. Eh pas nyalain laptop bawaanya ngantuk (Ujian).. Aku malah bisa nulis ini pas lagi ngantor, nyuri nyuri waktu.. hehe
Pernah ga kalian lagi pengen banget nulis tapi ga tau mau nulis apa dan mulainya dari mana. Yah I am stuck here, atau dah nulis panjang lebar, udah dikonsep seperti yang kita inginkan tapi tiba tiba di tengah tengah tulisan kita nge blank atau kayaknya berat banget mau nyelesaiinya. Aku pernah and always..
Ternyata klw mau nulis and jadi seorang penulis itu, bukan cuman modal pintar nulis to' tapi harus punya wawasan yang luas. Aku pernah dengar seseorang berkata "Jika ingin menulis sesuatu maka membacalah sebanyak banyaknya that's why aku harus belajar namatin buku entah itu novel atau apa minimal sebulan 1 buku. At least I can write something benefit for others.Ga usah mimpi jadi penulis terkenal deh, cukup bisa rutin nulis di blog itu sudah luar biasa banget hehe, meskipun hal ini masih belum terealisasi entah karna kesibukan atau lack of idea. Tapi emang bener untuk memulai sesuatu itu berat banget dan aku mulainya dari sini, mulai nulis kembali.
Beberapa minggu yang lalu aku ketemu sama dua teman aku yang senang banget nulis. Yang satunya hobi nulis di blog, tiap abis ikut kegiatan atau lagi ada leisure time pasti deh betah banget depan laptop buat nulis, trus yang satunya lagi salah seorang penulis di salah satu koran terbesar di makassar. Ga sia sia belain ketemu ma mereka dan jujur aku terinspirasi buat nulis kembali berkat mereka.
Alhamdulillah rasanya seneng banget punya teman yang hobinya sama ma kita. Aku banyak banget belajar dari mereka bahwa nulis itu ga melulu ketika kita lagi galau, tapi kita bisa nulis dari apa saja yang kita lihat dan kita jalanan. Nulis dari berbagai sudut pandang apapun dan emang awalnya ga kepikiran mau nulis sampai sepanjang ini tapi akhirnya ngalir juga dengan sendirinya. Thank a bunch sista, you're inspiring me so much..
Mulai belajar nulis lagi, baca lagi, ngedit blog lagi..
Bismilllah..
Selasa, 15 Agustus 2017
Sabtu, 10 Juni 2017
Hijrah itu indah
"Andai hidayah itu seperti buah yang bisa ku beli, maka akan ku beli
berkeranjang-keranjang agar bisa aku bagikan kepada orang-orang yang aku
cintai"
-Imam Syafi'i
Pernah dengar teman teman kalian berkata "Aku ingin Hijrah, ingin berhijab syari tapi kayaknya belum sekarang deh. Sekarang aku lagi sibuk ngejar karir, lagian aku orangnya belum baik bener, nanti aja deh klw dah married. Ehh doain aku yah semoga suatu hari kelak di beri hidayah."
Aku juga dulu sama seperti kalian. Kalau lihat akhwat berhijab syari dalam hati bilang. "Ya ampun tuh cewek ga gerah apa pakai jilbab gede bangeet, udah cuacanya panas gini lagi. Ga ribet yah jilbabnya ngembang sana sini. Ga ada modis modisnya, make gamis, jilbab segitiga eh kok malah kayak anak pesantren eh ngga lebih mirip kayak ibu ibu yang mau ke pengajian. Itu lagi yang make cadar mau nyaingin Ninja Hatori yah, gimana cara makannya coba. Pas diajak ikut kajian sudah nyiapin 1001 jurus ampuh buat nolak. Aku lebih bangga dengan pakai yang kusebut modis. Jilbab model sana sini, ngikutin tutorial biar bisa dibilang modis. Pakai pakaian yang membentuk tubuh, nge jeans dan segala macam trend pada saat itu. Kesannya biar lebih fashionable dan kekinian. Astafirullah atubu illaik..
Sampai suatu hari ada teman berhijrah dan mulai berhijab syari. Mereka berusaha nutupin setiap inchi tubuhnya dengan pakaian taqwa. Aku tanya kenapa berhijab syari, mereka bilang "Kita ga pernah tahu umur kita sampai kapan, belum tentu besok kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan selama masih ada waktu kenapa nda digunakan. Ga papa berpanas panasan sekarang karna panasnya api neraka berkali lipat dibanding di dunia. Kamu tahu kalau bidadari pun cemburu pada wanita solehah, yang menutup dan menjaga auratnya dengan baik." Jleebb tiba tiba dalam hati bilang "Ya rabb kok aku iri ama mereka, bersama ma mereka rasanya adem banget, aku ingin seperti mereka."
Alhamdulillah hidayah itu milik Allah. Hidayah itu hadiah paling indah dari Allah. Jangan tunggu sampai dia datang karna kita ga pernah tahu sampai kapan Allah masih memberi ksempatan untuk kita mengumpulkan bekal sebanyak mungkin. Bergegaslah menjemput hidayahNya. Sedikit demi sedikit aku pun mulai menanggalkan jeans dan pakaian yang membentuk tubuh, aku ganti dengan memakai rok, gamis dan khimar. Mulai mencari teman yang sama sama hijrah, nyari info kajian dan taklim. Andai kalian tahu kalau hijrah itu indah banget, ngga ada yang bisa ngalahin nikmatnya dekat dengan sang maha Pemilik Cinta. Hijrah itu proses, ga ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri. Ga perlu nunggu hatinya bersih karna Hijrah adalah langkah awal, mulailah berhijrah dan belajar menata hati.
Sayangnya Allah luar biasa. Sang pendosa ini masih diberi kesempatan untuk belajar memperbaiki diri. Siapa yang menyangka dan tak ada yang menyangka aku bisa seperti ini. Sekarang semakin tertutup rasanya semakin terjaga, semakin bahagia..
Buat kalian uhktiku semangat berhijrah yah.. Meskipun ujiannya berat, meskipun terkadang seringkali kamu merasa lelah, jangan menyerah dan berbalik arah. Tetaplah melangkah ke jalanNya meskipun dalam keadaan tertatih. Percayalah Allah slalu bersamamu yang terus berlajar memperbaiki diri dan dekt denganNya. Allah sayang.. Sayang bangett..
Sayangnya Allah luar biasa. Sang pendosa ini masih diberi kesempatan untuk belajar memperbaiki diri. Siapa yang menyangka dan tak ada yang menyangka aku bisa seperti ini. Sekarang semakin tertutup rasanya semakin terjaga, semakin bahagia..
Buat kalian uhktiku semangat berhijrah yah.. Meskipun ujiannya berat, meskipun terkadang seringkali kamu merasa lelah, jangan menyerah dan berbalik arah. Tetaplah melangkah ke jalanNya meskipun dalam keadaan tertatih. Percayalah Allah slalu bersamamu yang terus berlajar memperbaiki diri dan dekt denganNya. Allah sayang.. Sayang bangett..
Jumat, 03 Maret 2017
Pergilah..
Pergilah.. jika kamu tak punya alasan mengapa harus tetap disini
Aku tak pernah memaksamu untuk tetap tinggal
Pergilah.. sejauh mungkin kakimu melangkah..
Tak perlu kau khawatirkan aku yang telah kau tinggal jauh dibelakangmu.
Pergilah sesuka hatimu..
Hingga kau temukan apa yang tak kau dapatkan dariku.
Tak perlu juga kau cemas tentangku yang merasa kau sakiti..
Aku tahu apa yang harus aku lakukan setelah kepergianmu
Aku akan belajar mengeja pahitnya rindu yang ada lalu bersabar hingga waktu mempertemuakan kita atau rindu itu akan hilang bersama sembuhnya luka.
Aku tetap tahu cara mendoakanmu baik-baik sepeti yang dulu aku lakukan.
Mendoakan bahagiamu entah dengan siapapun kelak yang menemani langkahmu.
Pergilah.. Aku tidak berharap kamu berbalik arah lalu mengejar langkahku yang juga mulai menjauh.
Aku telah persiapkan hatiku untuk rasa kecewa dan luka yang kadang datang tanpa terencana.
Pergilah.. Aku tahu kepada siapa aku harus kembali dengan membawa rasa yang salah dan rindu yang tak seharusnya ada.
Pergilah.. Karna sejauh mana kita bersikeras merencanakan bahagia tetap takdirNya yang akan menentukan.
Aku akan datang padaNya, aku akan bersimpuh di hadapNya..
Semoga sang Maha Pengampun memaafkan kita yang pernah memilih jalan yang salah..
Aku tak pernah memaksamu untuk tetap tinggal
Pergilah.. sejauh mungkin kakimu melangkah..
Tak perlu kau khawatirkan aku yang telah kau tinggal jauh dibelakangmu.
Pergilah sesuka hatimu..
Hingga kau temukan apa yang tak kau dapatkan dariku.
Tak perlu juga kau cemas tentangku yang merasa kau sakiti..
Aku tahu apa yang harus aku lakukan setelah kepergianmu
Aku akan belajar mengeja pahitnya rindu yang ada lalu bersabar hingga waktu mempertemuakan kita atau rindu itu akan hilang bersama sembuhnya luka.
Aku tetap tahu cara mendoakanmu baik-baik sepeti yang dulu aku lakukan.
Mendoakan bahagiamu entah dengan siapapun kelak yang menemani langkahmu.
Pergilah.. Aku tidak berharap kamu berbalik arah lalu mengejar langkahku yang juga mulai menjauh.
Aku telah persiapkan hatiku untuk rasa kecewa dan luka yang kadang datang tanpa terencana.
Pergilah.. Aku tahu kepada siapa aku harus kembali dengan membawa rasa yang salah dan rindu yang tak seharusnya ada.
Pergilah.. Karna sejauh mana kita bersikeras merencanakan bahagia tetap takdirNya yang akan menentukan.
Aku akan datang padaNya, aku akan bersimpuh di hadapNya..
Semoga sang Maha Pengampun memaafkan kita yang pernah memilih jalan yang salah..
Langganan:
Postingan (Atom)