Sabtu, 10 Juni 2017

Hijrah itu indah

"Andai hidayah itu seperti buah yang bisa ku beli, maka akan ku beli berkeranjang-keranjang agar bisa aku bagikan kepada orang-orang yang aku cintai"
-Imam Syafi'i
 Pernah dengar teman teman kalian berkata "Aku ingin Hijrah, ingin berhijab syari tapi kayaknya belum sekarang deh. Sekarang aku lagi sibuk ngejar karir, lagian aku orangnya belum baik bener, nanti aja deh klw dah married. Ehh doain aku yah semoga suatu hari kelak di beri hidayah."
Aku juga dulu sama seperti kalian. Kalau lihat akhwat berhijab syari dalam hati bilang. "Ya ampun tuh cewek ga gerah apa pakai jilbab gede bangeet, udah cuacanya panas gini lagi. Ga ribet yah jilbabnya ngembang sana sini. Ga ada modis modisnya, make gamis, jilbab segitiga eh kok malah kayak anak pesantren eh ngga lebih mirip kayak ibu ibu yang mau ke pengajian. Itu lagi yang make cadar mau nyaingin Ninja Hatori yah, gimana cara makannya coba. Pas diajak ikut kajian sudah nyiapin 1001 jurus ampuh buat nolak. Aku lebih bangga dengan pakai yang kusebut modis. Jilbab model sana sini, ngikutin tutorial biar bisa dibilang modis. Pakai pakaian yang membentuk tubuh, nge jeans dan segala macam trend pada saat itu. Kesannya biar lebih fashionable dan kekinian. Astafirullah atubu illaik..

Sampai suatu hari ada teman berhijrah dan mulai berhijab syari. Mereka berusaha nutupin setiap inchi tubuhnya dengan pakaian taqwa. Aku tanya kenapa berhijab syari, mereka bilang "Kita ga pernah tahu umur kita sampai kapan, belum tentu besok kita masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan selama masih ada waktu kenapa nda digunakan. Ga papa berpanas panasan sekarang karna panasnya api neraka berkali lipat dibanding di dunia. Kamu tahu kalau bidadari pun cemburu pada wanita solehah, yang menutup dan menjaga auratnya dengan baik." Jleebb tiba tiba dalam hati bilang "Ya rabb kok aku iri ama mereka, bersama ma mereka rasanya adem banget, aku ingin seperti mereka."

Alhamdulillah hidayah itu milik Allah. Hidayah itu hadiah paling indah dari Allah. Jangan tunggu sampai dia datang karna kita ga pernah tahu sampai kapan Allah masih memberi ksempatan untuk kita mengumpulkan bekal sebanyak mungkin. Bergegaslah menjemput hidayahNya. Sedikit demi sedikit aku pun mulai menanggalkan jeans dan pakaian yang membentuk tubuh, aku ganti dengan memakai rok, gamis dan khimar. Mulai mencari teman yang sama sama hijrah, nyari info kajian dan taklim. Andai kalian tahu kalau hijrah itu indah banget, ngga ada yang bisa ngalahin nikmatnya dekat dengan sang maha Pemilik Cinta. Hijrah itu proses, ga ada kata terlambat untuk terus memperbaiki diri. Ga perlu nunggu hatinya bersih karna Hijrah adalah langkah awal, mulailah berhijrah dan belajar menata hati.

Sayangnya Allah luar biasa. Sang pendosa ini masih diberi kesempatan untuk belajar memperbaiki diri. Siapa yang menyangka dan tak ada yang menyangka aku bisa seperti ini. Sekarang semakin tertutup rasanya semakin terjaga, semakin bahagia..

Buat kalian uhktiku semangat berhijrah yah.. Meskipun ujiannya berat, meskipun terkadang seringkali kamu merasa lelah, jangan menyerah dan berbalik arah. Tetaplah melangkah ke jalanNya meskipun dalam keadaan tertatih. Percayalah Allah slalu bersamamu yang terus berlajar memperbaiki diri dan dekt denganNya. Allah sayang.. Sayang bangett..